Kades Jadung Dinilai Tak Serius Tangani Kemiskinan

Topikterbaru.com, Sumenep – Upaya Pemerintah Desa Jadung Kecamatan Dungkek, Sumenep,Madura, Jawa Timur (Jatim), dalam menangani kemiskinan dipertanyakan. Sebab sampai saat ini di desa tersebut masih banyak warga miskin yang tinggal di rumah yang tidak layak.

Salah satu yang menyoal tentang keseriusan pihak pemerintah desa disana adalah Forum Pemuda Desa (FORPEMDES) Jadung. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Forpemdes Jadung, Subaidi, di desa tersebut terdapat sedikitnya ratusan Keluarga Miskin (Gakin) yang masih hidup dibawah rumah tak layak huni (RTLH). Sementara selama program pemerintah baik daerah ataupun pusat tentang bantuan RTLH sudah banyak dikucurkan untuk warga miskin di berbagai desa.

Sebagai pemuda desa, Subet, panggilan akrab Ketua FORPEMDES Jadung mempertanyakan komitmen Kepala Desa Jadung Sakur dalam mensejahterakan warganya. Karena bagaimanapun Pemerintah Daerah ataupun Pusat tidak akan memberikan bantuan jika tidak ada usulan dari pihak desa.

“Yang saya pertanyakan adalah usaha dan komitmen Kepala Desa Jadung dalam mengentaskan kemiskinan,” jelas Subet, Selasa (9/1/2018).

Subet menegaskan jika dari sekian Gakin yang ditemuinya di desa itu rata-rata rumah yang ditinggalinya sangat tidak layak. Baik dari sisi kondisi bangunan yang terbuat dari gedek juga ukurannya yang kecil. Mereka yang banyak tinggal di rumah tak layak kebanyakan berada di Dusun Guwa desa setempat.

“Banyak data orang miskin di Desa Jadung namun tak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Sebenarnya bukan tidak ada bantuan, namun bantuan tersebut salah sasaran dan ditenggarai ada unsur nepotisme dari pihak desa,” tegas pria kelahiran Jadung.

Atas fenomena tersebut, Subet menilai Kades Sakur kurang serius memimpin Desa Jadung, padahal sudah dua periode menjabat. Semestinya sudah banyak yang diperbuat untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Dari beberapa hasil diskusi dan pernyataan dari beberapa warga miskin yang kami temui, semua menganggap penyebab ketidak seriusan Kades Jadung karena beliau jarang berada di Desa Jadung melainkan lebih banyak berada di rumah isterinya di Desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-Batang, sehingga konsentrasinya terpecah,” paparnya.

Sementara itu Kades Jadung Sakur ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengakui jika memang ada banyak warganya yang berada digaris kemiskinan. Salah satu indikasinya mereka hidup di rumah yang tak layak huni.

Akan tetapi dia tidak menerima jika dituduh tidak perduli akan kondisi rakyatnya yang demikian.
“Sebenarnya pada tahun 2015 mereka sudah diajukan bantuan rumah tetapi namanya bantuan kan tidak semua yang diajukan itu dapat,” jelas Sakur.

Dia menambahkan, bahwa hak mereka sebagai warga miskin sudah terpenuhi diantaranya beras dan program keluarga harapan (PKH) kecuali bantuan rumah. Dan sampai saat ini masih terus diupayakan.
“Untuk tahun 2018 sudah kami ajukan,” tuturnya.

Ketika ditanya soal realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) apakah selama ini sebagian ada yang di alokasikan untuk pengentasan kemiskinan, Sakur mengatakan saat ini masih fokus pada pembenahan infrastruktur desa.

“Karena masih banyak jalan desa yang perlu diperbaiki,” pangkasnya. (yon)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *